Kamis, 27 Desember 2007

Kembalikan Bahasaku

"Siniin ke mamahin..."
" Kamu teh harus belajar atuh...."
Penggalan kalimat itu terlontar dari bibir ibu berkerudung yang sedang bersama anaknya yang masih SD. Mungkin ibu itu baru saja menjemput anaknya. Kalau tidak salah kala itu saya sedang naik angkot Soreang - leuwipanjang. Percakapan itu sangat menarik perhatian saya, karena walaupun penampilan sederhana(ngampung,red) tapi mereka berusaha memakai bahasa indonesia, walaupun dengan logat yang nyunda abizz..

Terbersit di benak saya betapa banyak keluarga yang menanamkan bahasa Indonesia dan meninggalkan bahasa daerahnya sendiri..sedih sekali rasanya melihat bahasa daerah , khususnya sunda yang menjadi terasing bahkan di bandung sendiri.

Dalam pikiran terburuk saya, boleh jadi dalam kurun waktu 20 tahun lagi mungkin bahasa sunda jaran sekali ditemui di bandung..Contoh Dalam keluarga saya dengan kakak beradik 4 orang, hanya saya dan adik no 2 saja yang bisa bahasa sunda aktif - pasif.. 2 adik saya terakhir, hanya pasif saja..sedih memang..Dan itu bukan hanya di keluarga saya saja, saudaraku yang lain juga begitu.. hanya anak kelahiran 80-an yang masih bisa berbahasa sunda aktif maupun pasif.

Setuju atau tidak , disadari atau tidak, ini adalah bentuk hegemoni bahasa indonesia...sehinngga merampas bahasa daerah. Memang bahasa indonesia itu harus bisa, tapi jangan sampai bahasa daerah hilang juga. Mungkin perlu dibuat semacam regulasi yang mengharuskan anak sekolah bisa bahsa daerah, seperti halnya bahasa Indonesia dan bahasa inggris.. Di sini titik beratnya pada porsi belajar dan aplikasinya. Mungkin tiap hari jumat setiap siswa wajib menggunakan bahasa daerah(sunda)...implikasinya siswa terbiasa menggunakan bahasa daerah..

Hidup Persib....