Kamis, 20 September 2007

Asas parpol harus PANCASILA

Partai Golkar, PDIP, Partai Demokrat mendesak agar parpol-parpol yang ada di Indonesia berasaskan "pancasila". "Tanya KENAPA "??..

Keinginan untuk menyeragamkan asas paropl sungguh konyol , tak masuk akal. Alasan yang paling logis adalah mereka takut PKS menang. Setelah banyak memenangkan PILKADA, diyakini PKS akan semakin merajalela di PILKADA dan PEMILU 2009. Perlu koalisi yang besar-besaran untuk menghadang PKS yang kadernya "super solid" dan militan. Tapi tidak selamanya partai-partai itu mau berkoalisi. Sebagai partai besar tentunya mereka ingin mengusung calon nya sendiri. Nah disinilah masalahnya, ketika mereka sadar tidak dapat terus berkoalisi maka digagaslah pemikiran bahwa asas parpol harus pancasila.

Mereka belum sadar (mudah-mudahan tidak pernah sadar) bahwa masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar politik. Trik-trik politik yang cemen begitu tidak akan ampuh...Sekarang yang dirindukan adalah partai yang jujur.

Kalau partai-partai lama ingin segera bangkit dan dapat bersaing dengan PKS, cara satu-satunya adalah menjadi partai JUJUR....(tidak korupsi, rajin ibadah, tidak mata duitan, militan kadernya) dan itu semua sesuatu yang hampir mustahil dilakukan oleh partai-partai lama, dan menjadi peluang bangkitnya partai-partai baru yang bersih..

Selasa, 04 September 2007

Indonesia yang aneh

Indonesia memang aneh...ketika Malaysia melarang SLANK manggung dengan kaos bolong-bolong bahkan ga pake baju, di Indonesia malah dipuja-puja..Bahkan Malaysia berani melarang beyonce , dan Gwen Stefani memakai baju yang terbuka. Tapi di Indonesia mereka malah di sanjung-sanjung. Terserah mereka berpenampilan seperti apa. Katanya ini adalah Hak azasi manusia. Itulah mengapa saya anggap Indonesia ini aneh. Malaysia dengan 60 % penduduk muslimnya punya sikap yang tegas mengenai moral , Indonesia dengan 80 % penduduk muslim masih saja takut oleh segelintir orang pengusung Hak azasi , kebebasan berekspresi dan kaum feminis.

Coba kita review ketika RUU APP akan disahkan. Yang menolak RUU APP orangnya ya segitu-segitu saja, tapi sampai sekarang RUU tersebut tidak terdengar lagi. Apa sih yang ada di pikiran mereka ?...