Kamis, 2008 Oktober 16

Indonesia Negeri Dongeng

Membaca judul itu jangan bayangkan anda hidup di Indonesia seperti di negeri nirmala. Indonesia Negeri Dongeng karena di Indonesia sebagian besar(kalau tidak rela disebut seluruhnya) adalah sandiwara belaka. Anda tentu ingat bapak kita Soeharto yang hidup seperti raja di negeri dongeng,adalah sandiwara yang tampak nyata. Bagaimana skenario Soeharto menjadi raja selama 32 tahun, dan sepertinya seluruh rakyat ikhlas menerimanya sebagai raja. Setelah era reformasi sejarah terus berulang, skenario yang tampak murahan masih menjadi pilihan tatkala ide kreatif menjadi buntu. PDI-P yang melambung namanya dan memenangkan pertarungan harus ikhlas duduk sebagai orang nomor 2 karena skenarionya ya memang begitu.

Era SBY negeri dongeng ini tampaknya sedikit mengalami revisi, begitu banyak komisi tambahan untuk merombak negeri yang lubangnya sudah menganga ini. KPK menjadi salah satu komisi yang menjadi Rookie karena akhir-akhir ini menjadi momok yang menakutkan bagi semua orang yang berniat korupsi tentunya.

Tapi dasar Indonesia tetaplah negeri dongeng, masih ada saja skenario kacangan yang terlalu mudah di tebak jalan ceritanya. Kasus BLBI yang menyeret kerabat dekat presiden sepertinya menjadi ujian terberat SBY dalam mengemban tugas mulianya. Lain lagi dengan insiden monas, sekali lagi skenario yang buruk. Yang salah siapa?, yang di tahan siapa? . Penyidik tampaknya sudah putus asa mencari alasan supaya ketua FPI itu dipenjara. Orang yang jelas-jelas tidak berada di TKP terpaksa harus bertanggung jawab atas insiden monas.

Yah, tampaknya meskipun keadaan negeri ini sudah agak membaik, namun masih memerlukan waktu yang cukup lama agar tidak ada lagi skenario murahan yang tampak kasat mata.

Kamis, 2007 Desember 27

Kembalikan Bahasaku

"Siniin ke mamahin..."
" Kamu teh harus belajar atuh...."
Penggalan kalimat itu terlontar dari bibir ibu berkerudung yang sedang bersama anaknya yang masih SD. Mungkin ibu itu baru saja menjemput anaknya. Kalau tidak salah kala itu saya sedang naik angkot Soreang - leuwipanjang. Percakapan itu sangat menarik perhatian saya, karena walaupun penampilan sederhana(ngampung,red) tapi mereka berusaha memakai bahasa indonesia, walaupun dengan logat yang nyunda abizz..

Terbersit di benak saya betapa banyak keluarga yang menanamkan bahasa Indonesia dan meninggalkan bahasa daerahnya sendiri..sedih sekali rasanya melihat bahasa daerah , khususnya sunda yang menjadi terasing bahkan di bandung sendiri.

Dalam pikiran terburuk saya, boleh jadi dalam kurun waktu 20 tahun lagi mungkin bahasa sunda jaran sekali ditemui di bandung..Contoh Dalam keluarga saya dengan kakak beradik 4 orang, hanya saya dan adik no 2 saja yang bisa bahasa sunda aktif - pasif.. 2 adik saya terakhir, hanya pasif saja..sedih memang..Dan itu bukan hanya di keluarga saya saja, saudaraku yang lain juga begitu.. hanya anak kelahiran 80-an yang masih bisa berbahasa sunda aktif maupun pasif.

Setuju atau tidak , disadari atau tidak, ini adalah bentuk hegemoni bahasa indonesia...sehinngga merampas bahasa daerah. Memang bahasa indonesia itu harus bisa, tapi jangan sampai bahasa daerah hilang juga. Mungkin perlu dibuat semacam regulasi yang mengharuskan anak sekolah bisa bahsa daerah, seperti halnya bahasa Indonesia dan bahasa inggris.. Di sini titik beratnya pada porsi belajar dan aplikasinya. Mungkin tiap hari jumat setiap siswa wajib menggunakan bahasa daerah(sunda)...implikasinya siswa terbiasa menggunakan bahasa daerah..

Hidup Persib....

Kamis, 2007 September 20

Asas parpol harus PANCASILA

Partai Golkar, PDIP, Partai Demokrat mendesak agar parpol-parpol yang ada di Indonesia berasaskan "pancasila". "Tanya KENAPA "??..

Keinginan untuk menyeragamkan asas paropl sungguh konyol , tak masuk akal. Alasan yang paling logis adalah mereka takut PKS menang. Setelah banyak memenangkan PILKADA, diyakini PKS akan semakin merajalela di PILKADA dan PEMILU 2009. Perlu koalisi yang besar-besaran untuk menghadang PKS yang kadernya "super solid" dan militan. Tapi tidak selamanya partai-partai itu mau berkoalisi. Sebagai partai besar tentunya mereka ingin mengusung calon nya sendiri. Nah disinilah masalahnya, ketika mereka sadar tidak dapat terus berkoalisi maka digagaslah pemikiran bahwa asas parpol harus pancasila.

Mereka belum sadar (mudah-mudahan tidak pernah sadar) bahwa masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar politik. Trik-trik politik yang cemen begitu tidak akan ampuh...Sekarang yang dirindukan adalah partai yang jujur.

Kalau partai-partai lama ingin segera bangkit dan dapat bersaing dengan PKS, cara satu-satunya adalah menjadi partai JUJUR....(tidak korupsi, rajin ibadah, tidak mata duitan, militan kadernya) dan itu semua sesuatu yang hampir mustahil dilakukan oleh partai-partai lama, dan menjadi peluang bangkitnya partai-partai baru yang bersih..

Selasa, 2007 September 04

Indonesia yang aneh

Indonesia memang aneh...ketika Malaysia melarang SLANK manggung dengan kaos bolong-bolong bahkan ga pake baju, di Indonesia malah dipuja-puja..Bahkan Malaysia berani melarang beyonce , dan Gwen Stefani memakai baju yang terbuka. Tapi di Indonesia mereka malah di sanjung-sanjung. Terserah mereka berpenampilan seperti apa. Katanya ini adalah Hak azasi manusia. Itulah mengapa saya anggap Indonesia ini aneh. Malaysia dengan 60 % penduduk muslimnya punya sikap yang tegas mengenai moral , Indonesia dengan 80 % penduduk muslim masih saja takut oleh segelintir orang pengusung Hak azasi , kebebasan berekspresi dan kaum feminis.

Coba kita review ketika RUU APP akan disahkan. Yang menolak RUU APP orangnya ya segitu-segitu saja, tapi sampai sekarang RUU tersebut tidak terdengar lagi. Apa sih yang ada di pikiran mereka ?...

Kamis, 2007 Agustus 09

Negeri "kondom"

Anda tentu kaget mendengar judul tersebut. Dimana negara itu ?? atau Negara macam apa itu ???..yah tidak perlu jauh - jauh anda mengira-ngira dimana negeri itu...negeri itu adalah INDONESIA...Betapa tidak!!! Produk kondom sudah lekat sekali di benak masyarakat indonesia...Yang terbaru mungkin produk fiesta( maap kalo tidak up todate) maklum bukan pemuja kondom.

Memang amat mengherankan negeri yang dikenal sangat religius ini terjamah oleh industri kotor semacam ini...Meskipun dibalut dengan jargon menyelamatkan bangsa atas nama AIDS, tapi tetap saja yang muncul di benak kita adalah "kalo mau tidak tertular aids ...ya pake kondom..."

Yah , memang betul itu adalah muslihat "sang agresor" paman sam , dengan dalih kemanusiaan, tapi malah membunuh secara massive masyarakat beradab. Coba anda bayangkan...rencana membuat ATM kondom, seminar menggunakan kondom, pendidikan seks di sekolah, dll....itu semua adalah "dalih", "tipu daya" setannnnnn....(Kalo urusan seks ga usah diajarin bakalan tau sendiri)...Memang super canggih cara-cara "mereka" itu. Bayangkan kondom sudah bebas djual dimana-mana. Padahal dulu waktu jamannya kondom 25, orang masih tabu dengan hal ini. Sekarang anak SMP pun sudah tidak malu-malu lagi bicara seks. Mudah-mudahan belum ada orang tua yang menyarankan selalu membawa kondom apabila anaknya "hang out".

Wuihhh...mau dibawa kemana negeri ini...Kadang saya suka membayangkan , bagaimana kalo negeri kita ini tidak ada MTV, tidak ada BH 90210, Sex and the city, kaum feminis...(oneng, olga, baby jim, dll) pastinya tidak akan pusing tentang masalah "ini".

Rabu, 2007 Juni 20

Pandu Hadi Permadi

Namaku adalah

Nabi Muhammad SAW

Ternyata pengusaha